Kamis, 13 Desember 2012

materi hutang piutang

LAMPIRAN
MATERI HUTANG PIUTANG
A.    PENGERTIAN HUTANG PIUTANG:
Di dalam fiqih Islam, hutang piutang atau pinjam meminjam telah dikenal dengan istilah Al-Qardh. Makna Al-Qardh secara etimologi (bahasa) ialah Al-Qath’u yang berarti memotong. Harta yang diserahkan kepada orang yang berhutang disebut Al-Qardh, karena merupakan potongan dari harta orang yang memberikan hutang.
Sedangkan secara terminologis (istilah syar’i), makna Al-Qardh ialah menyerahkan harta (uang) sebagai bentuk kasih sayang kepada siapa saja yang akan memanfaatkannya dan dia akan mengembalikannya (pada suatu saat) sesuai dengan padanannya.
Al-qardh (jamaknya: al-qiradh) utang piutang adalah penyerahan harta berupa uang untuk dikembalikan  pada waktunya dengan nilai yang sama[1].
Atau dengan kata lain, Hutang Piutang adalah memberikan sesuatu yang menjadi hak milik pemberi pinjaman kepada peminjam dengan pengembalian di kemudian hari sesuai perjanjian dengan jumlah yang sama. Jika peminjam diberi pinjaman Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah) maka di masa depan si peminjam akan mengembalikan uang sejumlah seratus ribu juga.
B.     HUKUM HUTANG PIUTANG:
Hukum Hutang piutang pada asalnya DIPERBOLEHKAN dalam syariat Islam. Bahkan orang yang memberikan hutang atau pinjaman kepada orang lain yang sangat membutuhkan adalah hal yang DISUKAI dan DIANJURKAN, karena di dalamnya terdapat pahala yang besar. Adapun dalil-dalil yang menunjukkan disyariatkannya hutang piutang ialah sebagaimana berikut ini:

Dalil dari Al-Qur’an adalah firman Allah surat Al-Baqarah : 245
Nabi juga bersabda[2]:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُقْرِضُ مُسْلِمًا قَرْضًا مَرَّتَيْنِ إِلاَّ كَانَ كَصَدَقَتِهَا مَرَّةً
Artinya :“Setiap muslim yang memberikan pinjaman kepada sesamanya dua kali, maka dia itu seperti orang yang bersedekah satu kali.” (HR. Ibnu Majah)
Sementara dari Ijma’, para ulama kaum muslimin telah berijma’ tentang disyariatkannya hutang piutang (peminjaman).
C.    RUKUN HUTANG PIUTANG[3]
1.      Lafaz (kalimat mengutangi), seperti: “ Saya utangkan ini kepada engkau.” Jawab yang berutang, “Saya mengaku berutang kepada engkau.”
2.      Yang berpiutang dan yang berutang.
3.      Barang yang diutangkan. Tiap-tiap barang yang dapat dihitung, boleh diutangkan. Begitu pula mengutangkan hewan, maka dibayar dengan jenis hewan yang sama.
D.    BEBERAPA ADAB ISLAMI DALAM HUTANG PIUTANG:[4]
1. Hutang piutang harus ditulis dan dipersaksikan.
Jika mereka bermu’amalah dengan transaksi non tunai, hendaklah ditulis, agar lebih terjaga jumlahnya dan waktunya dan lebih menguatkan saksi.
2. Pemberi hutang atau pinjaman tidak boleh mengambil keuntu           ngan atau manfaat dari orang yang berhutang.
Dengan kata lain, bahwa pinjaman yang berbunga atau mendatangkan manfaat apapun adalah haram berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan ijma’ para ulama. Keharaman itu meliputi segala macam bunga atau manfaat yang dijadikan syarat oleh orang yang memberikan pinjaman kepada si peminjam. Karena tujuan dari pemberi pinjaman adalah mengasihi si peminjam dan menolongnya. Tujuannya bukan mencari kompensasi atau keuntungan. Dengan dasar itu, berarti pinjaman berbunga yang diterapkan oleh bank-bank maupun rentenir di masa sekarang ini jelas-jelas merupakan riba yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. sehingga bisa terkena ancaman keras baik di dunia maupun di akhirat dari Allah.
 3. Melunasi hutang dengan cara yang baik
Termasuk cara yang baik dalam melunasi hutang adalah melunasinya tepat pada waktu pelunasan yang telah ditentukan dan disepakati oleh kedua belah pihak (pemberi dan penerima hutang), melunasi hutang di rumah atau tempat tinggal pemberi hutang, dan semisalnya.
4. Berhutang dengan niat baik dan akan melunasinya
Jika seseorang berhutang dengan tujuan buruk, maka dia telah berbuat zhalim dan dosa. Berapa banyak orang yang berhutang dengan niat dan tekad untuk menunaikannya, sehingga Allah pun memudahkan baginya untuk melunasinya. Sebaliknya, ketika seseorang bertekad pada dirinya, bahwa hutang yang dia peroleh dari seseorang tidak disertai dengan niat yang baik, maka Allah membinasakan hidupnya dengan hutang tersebut.
5. Tidak berhutang kecuali dalam keadaan darurat atau mendesak.
Maksudnya kondisi yang tidak mungkin lagi baginya mencari jalan selain berhutang sementara keadaan sangat mendesak, jika tidak akan kelaparan atau sakit yang mengantarkannya kepada kematian, atau semisalnya. Tidak sepantasnya berhutang untuk membeli rumah baru, kendaraan, laptop model terbaru, atau sejenisnya dengan maksud berbangga-banggaan atau menjaga kegengsian dalam gaya hidup. Padahal dia sudah punya harta atau penghasilan yang mencukupi kebutuhan pokoknya.
 6. Bersegera melunasi hutang
Orang yang berhutang hendaknya ia berusaha melunasi hutangnya sesegera mungkin tatkala ia telah memiliki kemampuan untuk mengembalikan hutangnya itu. Sebab orang yang menunda-menunda pelunasan hutang padahal ia telah mampu, maka ia tergolong orang yang berbuat zhalim.
7.Memberikan Penangguhan waktu kepada orang yang sedang kesulitan dalam melunasi hutangnya setelah jatuh tempo.
Demikian penjelasan singkat tentang beberapa adab Islami dalam hutang piutang. Semoga menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat bagi siapapun yang membacanya. Dan semoga Allah menganugerahkan kepada kita semua rezki yang lapang, halal dan berkah, serta terbebas dari lilitan hutang. Amin.
1.                  Jelaskan apa pengertian hutang piutang ? (skor 25)
2.                  Bagaimnana hukumnya hutang piutang dalam islam? (skor 25)
3.                  Sebutkan rukun hutang piutang? (skor 25)
4.                  Jelaskan adab dalam hutang piutang? (skor 25)

1.         Jelaskan apa pengertian hutang piutang ? (skor 25)
2.         Bagaimnana hukumnya hutang piutang dalam islam? (skor 25)
3.         Sebutkan rukun hutang piutang? (skor 25)
4.         Jelaskan adab dalam hutang piutang? (skor 25)

1.         Jelaskan apa pengertian hutang piutang ? (skor 25)
2.         Bagaimnana hukumnya hutang piutang dalam islam? (skor 25)
3.         Sebutkan rukun hutang piutang? (skor 25)
4.         Jelaskan adab dalam hutang piutang? (skor 25)

1.         Jelaskan apa pengertian hutang piutang ? (skor 25)
2.         Bagaimnana hukumnya hutang piutang dalam islam? (skor 25)
3.         Sebutkan rukun hutang piutang? (skor 25)
4.         Jelaskan adab dalam hutang piutang? (skor 25)

1.         Jelaskan apa pengertian hutang piutang ? (skor 25)
2.         Bagaimnana hukumnya hutang piutang dalam islam? (skor 25)
3.         Sebutkan rukun hutang piutang? (skor 25)
4.         Jelaskan adab dalam hutang piutang? (skor 25)



[1] H. E Hassan Saleh, Kajian Fiqh Nabawi dan Fiqh Kontemporer, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008), hal. 389.
[2] H. Sulaiman Rasyid, Fiqh Islam, (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 1994), hal. 307.
[3] Ibid, hal. 307

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar